PERANAN
FISIOTERAPI PADA ANAK
1. Peranan fisiterapi pada
anak yang mengalami gangguan pernapasan
Fisioterapi untuk anak
yang mengalami gangguan saluran pernapasan adalah hal yang paling sering dilakukan
di Indonesia. Hal ini bisa disebabkan oleh polusi udara, pengaruh iklim, dan kebiasaan
mengkonsumsi makanan yang dapat menyebabkan terjadinya batuk dan pilek,
misalnya saja makanan seperti gorengan. Pada anak yang mengalami batuk dan
pilek dapat diberikan fisioterapi dengan teknik chest physiotherapy atau fisioterapi yang diberikan pada bagian
dada. Terapi ini bertujuan untuk membersihkan saluran pernapasan anak dan
memperbaiki proses pertukaran udara. Fisioterapi jenis ini meliputi proses inhalasi,
clapping, dan postural drainage.
Inhalasi adalah proses
memasukkan obat ke dalam saluran pernapasan anak melalui penghirupan. Pada
umumnya, obat yang diberikan berupa obat untuk melegakan saluran pernapasan dan
juga obat pengencer dahak. Partikel obat tersebut dipecah terlebih dahulu pada
sebuah alat yang disebut nebulizeer, sehingga obat tersebut menjadi
molekul-molekul yang lebih kecil sampai berbentuk uap. Uap tersebut kemudian
dihirup oleh anak, sehingga obat akan langsung masuk ke dalam saluran
pernapasan anak. Proses inhalasi ini cukup dilakukan sekitar 10 menit. Teknik
ini memiliki keuntungan yaitu penggunaan dosis obat yang jauh lebih kecil,
sehingga dapat mengurangi efek samping dari obat yang digunakan.
Clapping yaitu tepukan
pada rongga dada dan punggung. Clapping ini bisa dilakukan di sisi kanan, di
sisi kiri, atau di depan dada. Penepukan ini dilakukan secara perlahan, berulang-ulang,
dan disertai dengan pengaturan posisi badan anak atau postural drainage. Contohnya
yaitu posisi anak ditengkurapkan dengan kepala lebih rendah letaknya. Alasan
posisi kepala lebih rendah letaknya agar lendir tersebut dapat mengalir ke
cabang pernapasan dan lebih mudah untuk dibatukkan. Hal ini menguntungkan,
karena biasanya anak-anak sangat susah untuk meludah sehingga lendir sulit
dikeluarkan dan lendir tersebut dapat menyumbat saluran pernapasannya. Tapi
dengan teknik ini, lendir lebih mudah untuk dikeluarkan. Pada anak usia dibawah
2 tahun, jenis fisioterapi yang dapat
diberikan yaitu tindakan suction atau penyedotan lendir dari batuk dan pilek melalui
hidung atau mulut dengan sebuah alat khusus yang disebut suction pump dimana
alat tersebut terdiri dari mesin dan selang penghisap lendirnya. Tindakan
suction bertujuan untuk membebaskan jalan pernapasan dari lendir. Untuk anak yang
berusia 3 tahun ke atas, selain dilakukan inhalasi juga dapat dilakukan
tindakan manipulatif yaitu mengajarkan anak untuk batuk, menggerakkan otot-otot
dada, dan melatih pernapasannya. Pada pasien anak tertentu, selain chest physiotherapy juga diberikan
modalitas fisioterapi berupa diathermi yaitu gelombang elektromagnetik untuk
pengobatannya.
2. Peranan fisioterapi
pada anak dengan gangguan Orthopedic dan Rheumatoid Arthritis
Fisioterapi orthopedic
dilakukan untuk mengatasi gangguan otot dan tulang dimana dapat terjadi pada
anak-anak seperti anak yang mengalami patah tulang, retak, maupun terkilir/keseleo.
Selain itu terapi ini juga dapat dilakukan pada bayi yang mengalami pemendekan
otot leher dimana leher bayi menjadi miring. Kemiringan ini disebabkan oleh
pembengkakan otot leher yang membuat ototnya tertarik ke satu arah, bisa ke
kiri atau ke kanan.
Fisioterapi yang dilakukan berupa latihan-latihan gerakan, pemiijatan,
dan peregangan. Bisa juga dibarengi dengan ultrasound (pemakaian gelombang
suara yang berfrekuensi lebih tinggi dari frekuensi yang dapat didengar oleh
manusia). Atau dapat dibarengi juga dengan pemberian pemanasan untuk melepaskan
gumpalan/perlengketan di leher bayi. Bayi pada usia 2 minggu sudah harus menjalani
fisioterapi tersebut, karena apabila bayi sudah menginjak usia 2 tahun maka
sudah sangat terlambat dan akan sangat sulit untuk mengembalikan struktur leher.
Fisioterapi rheumatoid arthritis dilakukan pada anak yang mengalami kaki
bengkak dan gangguan sendi. Fisioterapi yang dilakukan yaitu pemberian
pemanasan interferential yaitu teknik pemanasan yang bertujuan untuk mengurangi
rasa nyeri pada bagian yang terasa sakit.
Video penanganan seorang fisioterapis untuk memulihkan fungsi gerak tubuh pada anak-anak (pediatri) :
Therapy for Pediatric
Fisioterapi yang dilakukan berupa latihan-latihan gerakan, pemiijatan,
dan peregangan. Bisa juga dibarengi dengan ultrasound (pemakaian gelombang
suara yang berfrekuensi lebih tinggi dari frekuensi yang dapat didengar oleh
manusia). Atau dapat dibarengi juga dengan pemberian pemanasan untuk melepaskan
gumpalan/perlengketan di leher bayi. Bayi pada usia 2 minggu sudah harus menjalani
fisioterapi tersebut, karena apabila bayi sudah menginjak usia 2 tahun maka
sudah sangat terlambat dan akan sangat sulit untuk mengembalikan struktur leher.
Fisioterapi rheumatoid arthritis dilakukan pada anak yang mengalami kaki
bengkak dan gangguan sendi. Fisioterapi yang dilakukan yaitu pemberian
pemanasan interferential yaitu teknik pemanasan yang bertujuan untuk mengurangi
rasa nyeri pada bagian yang terasa sakit. Video penanganan seorang fisioterapis untuk memulihkan fungsi gerak tubuh pada anak-anak (pediatri) :
Therapy for Pediatric