star

Jumat, 12 Desember 2014

Peranan Fisioterapi Pada Anak (Pediatri)


PERANAN FISIOTERAPI PADA ANAK

1. Peranan fisiterapi pada anak yang mengalami gangguan pernapasan
Fisioterapi untuk anak yang mengalami gangguan saluran pernapasan adalah hal yang paling sering dilakukan di Indonesia. Hal ini bisa disebabkan oleh polusi udara, pengaruh iklim, dan kebiasaan mengkonsumsi makanan yang dapat menyebabkan terjadinya batuk dan pilek, misalnya saja makanan seperti gorengan. Pada anak yang mengalami batuk dan pilek dapat diberikan fisioterapi dengan teknik chest physiotherapy atau fisioterapi yang diberikan pada bagian dada. Terapi ini bertujuan untuk membersihkan saluran pernapasan anak dan memperbaiki proses pertukaran udara. Fisioterapi jenis ini meliputi proses inhalasi, clapping, dan postural drainage.
Inhalasi adalah proses memasukkan obat ke dalam saluran pernapasan anak melalui penghirupan. Pada umumnya, obat yang diberikan berupa obat untuk melegakan saluran pernapasan dan juga obat pengencer dahak. Partikel obat tersebut dipecah terlebih dahulu pada sebuah alat yang disebut nebulizeer, sehingga obat tersebut menjadi molekul-molekul yang lebih kecil sampai berbentuk uap. Uap tersebut kemudian dihirup oleh anak, sehingga obat akan langsung masuk ke dalam saluran pernapasan anak. Proses inhalasi ini cukup dilakukan sekitar 10 menit. Teknik ini memiliki keuntungan yaitu penggunaan dosis obat yang jauh lebih kecil, sehingga dapat mengurangi efek samping dari obat yang digunakan.
Clapping yaitu tepukan pada rongga dada dan punggung. Clapping ini bisa dilakukan di sisi kanan, di sisi kiri, atau di depan dada. Penepukan ini dilakukan secara perlahan, berulang-ulang, dan disertai dengan pengaturan posisi badan anak atau postural drainage. Contohnya yaitu posisi anak ditengkurapkan dengan kepala lebih rendah letaknya. Alasan posisi kepala lebih rendah letaknya agar lendir tersebut dapat mengalir ke cabang pernapasan dan lebih mudah untuk dibatukkan. Hal ini menguntungkan, karena biasanya anak-anak sangat susah untuk meludah sehingga lendir sulit dikeluarkan dan lendir tersebut dapat menyumbat saluran pernapasannya. Tapi dengan teknik ini, lendir lebih mudah untuk dikeluarkan. Pada anak usia dibawah 2 tahun, jenis  fisioterapi yang dapat diberikan yaitu tindakan suction atau penyedotan lendir dari batuk dan pilek melalui hidung atau mulut dengan sebuah alat khusus yang disebut suction pump dimana alat tersebut terdiri dari mesin dan selang penghisap lendirnya. Tindakan suction bertujuan untuk membebaskan jalan pernapasan dari lendir. Untuk anak yang berusia 3 tahun ke atas, selain dilakukan inhalasi juga dapat dilakukan tindakan manipulatif yaitu mengajarkan anak untuk batuk, menggerakkan otot-otot dada, dan melatih pernapasannya. Pada pasien anak tertentu, selain chest physiotherapy juga diberikan modalitas fisioterapi berupa diathermi yaitu gelombang elektromagnetik untuk pengobatannya.

2. Peranan fisioterapi pada anak dengan gangguan Orthopedic dan Rheumatoid Arthritis
Fisioterapi orthopedic dilakukan untuk mengatasi gangguan otot dan tulang dimana dapat terjadi pada anak-anak seperti anak yang mengalami patah tulang, retak, maupun terkilir/keseleo. Selain itu terapi ini juga dapat dilakukan pada bayi yang mengalami pemendekan otot leher dimana leher bayi menjadi miring. Kemiringan ini disebabkan oleh pembengkakan otot leher yang membuat ototnya tertarik ke satu arah, bisa ke kiri atau ke kanan. 

Fisioterapi yang dilakukan berupa latihan-latihan gerakan, pemiijatan, dan peregangan. Bisa juga dibarengi dengan ultrasound (pemakaian gelombang suara yang berfrekuensi lebih tinggi dari frekuensi yang dapat didengar oleh manusia). Atau dapat dibarengi juga dengan pemberian pemanasan untuk melepaskan gumpalan/perlengketan di leher bayi. Bayi pada usia 2 minggu sudah harus menjalani fisioterapi tersebut, karena apabila bayi sudah menginjak usia 2 tahun maka sudah sangat terlambat dan akan sangat sulit untuk mengembalikan struktur leher. Fisioterapi rheumatoid arthritis dilakukan pada anak yang mengalami kaki bengkak dan gangguan sendi. Fisioterapi yang dilakukan yaitu pemberian pemanasan interferential yaitu teknik pemanasan yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri pada bagian yang terasa sakit. 

Video penanganan seorang fisioterapis untuk memulihkan fungsi gerak tubuh pada anak-anak (pediatri) :
Therapy for Pediatric